Strategi Mengatasi Tanah Berair pada Pemasangan U-Ditch

Pemasangan U-Ditch pada lahan dengan muka air tanah tinggi merupakan tantangan besar. Jika tidak ditangani dengan benar, air dapat merusak stabilitas pondasi, menyebabkan saluran miring, hingga memicu amblasnya struktur di masa depan. Berikut adalah langkah-langkah strategis untuk mengatasinya:

1. Manajemen Air melalui Proses Dewatering

Langkah pertama yang wajib dilakukan adalah mengeluarkan air dari area galian menggunakan pompa air (alkon). Proses dewatering ini harus dilakukan secara kontinu selama masa persiapan lahan hingga unit U-Ditch terpasang. Tujuannya adalah memastikan dasar galian tetap kering agar material urugan tidak bercampur dengan lumpur, sehingga landasan tetap stabil.

2. Stabilisasi Dasar Galian dengan Cerucuk

Pada kondisi tanah yang sangat lunak atau berlumpur, daya dukung tanah harus ditingkatkan secara struktural. Penggunaan cerucuk bambu atau kayu galam yang ditancapkan secara vertikal dapat membantu menstabilkan tanah. Cerucuk ini berfungsi sebagai pasak penopang agar beban berat dari beton U-Ditch tidak membuat tanah di bawahnya amblas atau bergeser.

3. Persiapan Landasan (Bedding) dan Lantai Kerja

Setelah air terkendali, dasar galian dilapisi dengan sirtu (pasir batu) dan pasir urug setebal 10–15 cm sebagai drainase bawah permukaan. Untuk hasil yang lebih permanen, sangat disarankan membuat lantai kerja (lean concrete) dengan beton mutu K-100. Lantai kerja ini berfungsi mencegah unit beton bersentuhan langsung dengan tanah basah dan menjaga elevasi kemiringan saluran tetap presisi.

4. Penyambungan Segmen dan Pengurugan Kembali

Segera setelah unit U-Ditch diletakkan, lakukan penyambungan antar unit menggunakan mortar semen agar air tanah tidak merembes masuk. Langkah terakhir adalah melakukan pengurugan samping (backfill) dengan material yang dipadatkan secara bertahap. Proses ini krusial untuk mengunci posisi U-Ditch agar tidak bergeser akibat tekanan air tanah dari samping.

Kesimpulan Kunci sukses pemasangan U-Ditch

di tanah berair terletak pada manajemen air yang efektif dan persiapan landasan yang kuat. Dengan teknik yang tepat, saluran drainase akan tetap stabil, fungsional, dan memiliki masa pakai yang panjang meskipun berada di lingkungan yang lembap.